Selasa, 14 Agustus 2012

SEKILAS KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH


Description: Kurikulum Pendidikan Karakter
Apa Itu Karakter?
Dennis Coon dalam bukunya Introduction to Psychology : Exploration and Aplication mendefinisikan karakter sebagai suatu penilaian subyektif terhadap kepribadian seseorang yang berkaitan dengan atribut kepribadian yang dapat atau tidak dapat diterima oleh masyarakat. Karakter adalah jawaban mutlak untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik didalam masyarakat.
Beda Karakter dan Kepribadian (Sifat Dasar)
Kepribadian adalah hadiah dari Tuhan Sang Pencipta saat manusia dilahirkan dan setiap orang yang memiliki kepribadian pasti ada kelemahannya dan kelebihannya di aspek kehidupan sosial dan masing-masing pribadi. Kepribadian manusia secara umum ada 4, yaitu : KolerisSanguinisPhlegmatisMelankolis.
Nah, Karakternya dimana? Saat setiap manusia belajar untuk mengatasi dan memperbaiki kelemahannya, serta memunculkan kebiasaan positif yang baru, inilah yang disebut dengan Karakter. Misalnya, seorang dengan kepribadian Sanguin yang sangat suka bercanda dan terkesan tidak serius, lalu sadar dan belajar sehingga mampu membawa dirinya untuk bersikap serius dalam situasi yang membutuhkan ketenangan dan perhatian fokus, itulah Karakter.
Mengapa Seorang Anak Butuh Pendidikan Karakter?
Pada dasarnya, pada perkembangan seorang anak adalah mengembangkan pemahaman yang benar tentang bagaimana dunia ini bekerja, mempelajari ”aturan main” segala aspek yang  ada di dunia ini . Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter apabila dapat tumbuh pada lingkungan yang berkarakter
Ada 3 Cara Mendidik Karakter Anak:
1. Ubah Lingkungannya, melakukan pendidikan karakter dengan cara menata peraturan serta konsekuensi di sekolah dan dirumah.
2. Berikan Pengetahuan, memberikan pengetahuan bagaimana melakukan perilaku yang diharapakan untuk muncul dalam kesehariannya serta diaplikasikan.
3. Kondisikan Emosinya, emosi manusia adalah kendali 88% dalam kehidupan manusia. Jika mampu menyentuh emosinya dan memberikan informasi yang tepat maka informasi tersebut akan menetap dalam hidupnya.
Karakter apa yang perlu ditumbuhkan dan dibentuk dalam diri anak?
  1. Karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya
  1. Kemandirian dan Tanggung Jawab
  1. Kejujuran atau Amanah, Diplomatis
  1. Hormat dan Santun
  1. Dermawan, Suka Tolong Menolong & Gotong Royong
  1. Percaya Diri dan Pekerja Cerdas
  1. Kepemimpinan dan Keadilan
  1. Baik dan Rendah Hati
  1. Karakter Toleransi, Kedamaian dan Kesatuan.
Saat ini kami memiliki 3 program pendidikan karakter yang menjadi fokus dari kurikulum kami, yaitu :
1. Training Guru
Terkait dengan program pendidikan karakter disekolah, bagaimana menjalankan dan melaksanakan pendidikan karakter disekolah, serta bagaimana cara menyusun program dan melaksanakannya, dari gagasan ke tindakan.
Program ini membekali dan memberikan wawasan pada guru tentang psikologi anak, cara mendidik anak dengan memahami mekanisme pikiran anak dan 3 faktor kunci untuk menciptakan anak sukses, serta kiat praktis dalam memahami dan mengatasi anak yang bermasalah dengan perilakunya.
2. Program Kurikulum Pendidikan Karakter
Kami memberikan sistem pengajaran dan materi yang lengkap (untuk 1 tahun ajaran) serta detail dan aplikasi untuk sekolah dan materi untuk orang tua murid. Materi ini telah diuji coba lebih dari 5 tahun, disamping itu dalam program ini ada pendampingan dan training khusus untuk guru.
Training khusus guru ini dikhususkan untuk menciptakan suksesnya pendidikan karakter disekolah, disamping pemberian materi yang “advance” dari program training guru pertama. Karena disini para guru akan mempelajari aspek psikologi manusia (bukan hanya anak, tetapi untuk dirinya sendiri) dan menanamkan nilai-nilai kehidupan yang baik pada dirinya, murid dan keluarga. Guru akan memiliki “tools” untuk membantu menciptakan anak yang berkarakter lebih baik.
3. Program Bimbingan Mental
Program ini terbagi menjadi dua sesi program :
Sesi Workshop Therapy, yang dirancang khusus untuk siswa usia 12 -18 tahun. Workshop ini bertujuan mengubah serta membimbing mental anak usia remaja. Workshop ini bekerja sebagai “mesin perubahan instant” maksudnya setelah mengikuti program ini anak didik akan berubah seketika menjadi anak yang lebih positif.
Sesi Seminar Khusus Orangtua Siswa, membantu orangtua mengenali anaknya dan memperlakukan anak dengan lebih baik, agar anak lebih sukses dalam kehidupannya. Dalam seminar ini orangtua akan mempelajari pengetahuan dasar yang sangat bagus untuk mempelajari berbagai teori psikologi anak dan keluarga. Memahami konsep menangani anak di rumah dan di sekolah, serta lebih mudah mengerti dan memahami jalan pikiran anak, pasangan dan orang




Konsep Pendidikan Berkarakter24-11-2011 06:59:37Umum
KONSEP, URGENSI DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH

A. Pendahuluan
Negara Indonesia memerlukan sumber daya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumber daya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 3 UU tersebut menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Saat ini mulai marak dibicarakan mengenai pendidikan karakter. Wacana ini muncul dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menanggapai maraknya korupsi beserta perilaku negatif lain, yang menunjukkan pelakunya tidak berkarakter baik. Karakter yang dibangun pada siswa tidak semata-mata tugas guru atau sekolah. Mengingat siswa beraktivitas tidak hanya di sekolah, namun siswa juga menghabiskan waktu di rumah dan sekaligus menjadi anggota masyarakat yang merupakan bagian dari warga negara Indonesia mau pun warga dunia. Disatu sisi guru dituntut untuk mendidik siswa menjadi generasi muda yang berkarakter baik, namun disisi lain setiap hari siswa melihat contoh orang tua di rumah yang mungkin sering tidak taat pada peraturan.
Pendidikan karakter kini memang menjadi isu utama pendidikan. Selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa, pendidikan karakter ini pun diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam meningkatkan derajat dan martabat bangsa Indonesia. Di lingkungan Kemdiknas sendiri, pendidikan karakter menjadi fokus pendidikan di seluruh jenjang pendidikan yang dibinannya. Pembentukan karakter itu dimulai dari fitrah yang diberikan Tuhan, yang kemudian membentuk jati diri dan prilaku. Dalam prosesnya sendiri fitrah yang alamiah ini sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, sehingga lingkungan memilki peranan yang cukup besar dalam membentuk jati diri dan prilaku. Sekolah dan masyarakat sebagai bagian dari lingkungan memiliki peranan yang sangat penting, oleh karena itu setiap sekolah dan masyarakat harus memiliki pendisiplinan dan kebiasaan mengenai karakter yang akan dibentuk. Para pemimpin dan tokoh masyarakat juga harus mampu memberikan suri teladan mengenai karakter yang akan dibentuk tersebut.
B. Karakter dalam Persepektif Pendidikan
Secara harfiah karakter artinya “kualitas mental atau moral, kekuatan moral, nama atau reputasi ” (Hornby dan Pornwell, 1972: 49). Dalam kamus Psikologi dinyatakan bahwa karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang yang biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang relative tetap (Dali Gulo, 1982: 29). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.
Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.  Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.
Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.
Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Melalui program ini diharapkan setiap lulusan memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkarakter mulia, kompetensi akademik yang utuh dan terpadu, sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya Indonesia. Pada tataran yang lebih luas, pendidikan karakter nantinya diharapkan menjadi budaya sekolah.
Pendidikan karakter di sekolah sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan sekolah. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dalam kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi, nilai-nilai yang perlu ditanamkan, muatan kurikulum, pembelajaran, penilaian, pendidik dan tenaga kependidikan, dan komponen terkait lainnya. Dengan demikian manajemen sekolah merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di sekolah. Pada tataran sekolah, kriteria pencapaian pendidikan karakter adalah terbentuknya budaya sekolah. Budaya sekolah yang dimaksud yaitu perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah.

URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER


URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER
Prof . Suyanto Ph.D


Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.

Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.

Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.

Pendidikan yang bertujuan melahirkan insan cerdas dan berkarakter kuat itu, juga pernah dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni; intelligence plus character... that is the goal of true education (kecerdasan yang berkarakter... adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).

Memahami Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif.

Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.

Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: pertama, karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kedua, kemandirian dan tanggungjawab; ketiga, kejujuran/amanah, diplomatis; keempat, hormat dan santun; kelima, dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; keenam, percaya diri dan pekerja keras; ketujuh, kepemimpinan dan keadilan; kedelapan, baik dan rendah hati, dan; kesembilan, karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.

Kesembilan pilar karakter itu, diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang bisa membuat orang senantiasa mau berbuat sesuatu kebaikan. Sehingga tumbuh kesadaran bahwa, orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan, maka acting the good itu berubah menjadi kebiasaan.

Dasar pendidikan karakter ini, sebaiknya diterapkan sejak usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age), karena usia ini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak.

Namun bagi sebagian keluarga, barangkali proses pendidikan karakter yang sistematis di atas sangat sulit, terutama bagi sebagian orang tua yang terjebak pada rutinitas yang padat. Karena itu, seyogyanya pendidikan karakter juga perlu diberikan saat anak-anak masuk dalam lingkungan sekolah, terutama sejak play group dan taman kanak-kanak. Di sinilah peran guru, yang dalam filosofi Jawa disebut digugu lan ditiru, dipertaruhkan. Karena guru adalah ujung tombak di kelas, yang berhadapan langsung dengan peserta didik.

Dampak Pendidikan Karakter
Apa dampak pendidikan karakter terhadap keberhasilan akademik? Beberapa penelitian bermunculan untuk menjawab pertanyaan ini. Ringkasan dari beberapa penemuan penting mengenai hal ini diterbitkan oleh sebuah buletin, Character Educator, yang diterbitkan oleh Character Education Partnership.

Dalam buletin tersebut diuraikan bahwa hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri- St. Louis, menunjukan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan adanya penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan akademik.

Sebuah buku yang berjudul Emotional Intelligence and School Success (Joseph Zins, et.al, 2001) mengkompilasikan berbagai hasil penelitian tentang pengaruh positif kecerdasan emosi anak terhadap keberhasilan di sekolah. Dikatakan bahwa ada sederet faktor-faktor resiko penyebab kegagalan anak di sekolah. Faktor-faktor resiko yang disebutkan ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak, tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.

Hal itu sesuai dengan pendapat Daniel Goleman tentang keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi, dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya. Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia pra-sekolah, dan kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.

Beberapa negara yang telah menerapkan pendidikan karakter sejak pendidikan dasar di antaranya adalah; Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan Korea. Hasil penelitian di negara-negara ini menyatakan bahwa implementasi pendidikan karakter yang tersusun secara sistematis berdampak positif pada pencapaian akademis.

Seiring sosialisasi tentang relevansi pendidikan karakter ini, semoga dalam waktu dekat tiap sekolah bisa segera menerapkannya, agar nantinya lahir generasi bangsa yang selain cerdas juga berkarakter sesuai nilai-nilai luhur bangsa dan agama.*


Copyright © 2009 - Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah




Sabtu, 04 Agustus 2012

PERUBAHAN JADWAL UKG KSPelaksanaan UKG SMK , Kepala Sekolah dan Pengawas Tahun 2012 Kepada Yth, Kepala SD se Kec. Jakenan di tempat. Berdasarkan Surat dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati , yang atas dasar surat dari LPMP Jawa Tengah Nomor : 879/J30//PD.01.00/2012 maka diberitahukan sbb: 1. Sesuai dalam petunjuk pelaksanaan, UKG SMK akan dilaksanakan tanggal 3,4,6 dan 7 Agustus 2012 diralat menjadi tanggal : 1 sd 6 Oktober 2012 . 2. Pelaksanaan UKG Kepala Sekolah ( sesuai standar kompetensi Kepala Sekolah) dan Pengawas (sesuai sertifikasi pendidik dan standar kompetensi pengawas ) dilaksanakan tanggal : 1 sd 6 Oktober 2012 ( jadwal menyusul) Demikian atas perhatiannya diucapkan terima kasih. Diposkan oleh DISDIKCAM JAKENAN di 01:36 1 komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Kamis, 26 Juli 2012 INPASSING JABATAN GURU PERATURAN BERSAMA NO 14 TAHUN 2012 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU Edaran Tentang Pengajuan Inpassing Jabatan Guru. Berdasarkan Surat dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati No: 800/5051 tanggal 25 Juli 2012 Tentang Pengusulan PAK dan Penyesuaian Jabatan Fungsional Guru , maka kami mohon agar Saudara mengusulkan semua Guru / Kepala Sekolah di lingkungan kerja Saudara sbb:: A. Usul PAK untuk Penyesuaiann Jabatan Fungsional Guru ( Inpassing ) dibuat rangkap 5 dan dikemas masing-masing tiap bendel satu stopmap warna merah untuk SD , Kuning untuk TK. Khusus untuk guru gol II hanya rangkap 1 Dengan syarat-syarat dan disusun sbb: 1) Foto copy SK Pangkat terakhir diligalisasi Kepala Sekolah 2) Foto copy P.A.K terakhir diligalisasi Kepala Sekolah 3) Surat Keterangan Kepala Sekolah yang menjelaskan guru bersangkutan masih aktif melaksanakan tugas sebagai guru: Kelas, Mapel. …… 4) Foto copy SK Jabatan terakhir bagi yang memiliki diligalisasi Kepala Sekolah 5) Foto copy Ijazah yang digunakan sebagai dasar pengangkatan CPNS sampai dengan terakhir lengkap dengan Akta, Transkrip, diligalisasi sesuai kewenangannya Ijin Belajar , Ijin Gelar diligalisasi oleh Kepala Sekolah 6) Dikirim ke UPT Disdikcam Jakenan paling lambat tanggal : 4 Agustus 2012 B. Khusus Untuk Guru Gol II yang mempunyai masa kerja minimal 2 (dua) semester dari penilaian PAK terakhir sampai dengan 1 Januari 2013 , dan memiliki Ijazah Terakhir S-1 relevan dengan tugasnya lengkap dengan Ijin belajar dan ijin gelar, agar diusulkan PAK untuk kenaikan Pangkat periode : 1 April 2013 sekaligus Inpassing ke Guru Pertama Gol. III/A dengan syarat mengacu pada usulan PAK Periode : Oktober 2012. Adapun Rangkapnya dibuat: Tiga bendel : Bendel Pertama rangkap 6, bendel 2 dan 3 rangkap 1. dikirim ke UPT Disdikcam Jakenan paling lambat tanggal 15 September 2012 C. Keterlambatan pengiriman usulan tersebut mengakibatkan kerugian ybs. Bukan menjadi tanggung jawab kami , melainkan tanggung jawab Kepala Sekolah dan ybs. Demikian untuk diperhatikan dicermati dan terima kasih

Rabu, 25 Juli 2012

CONTOH SOAL UKG SD ONLINE


UJI KOMPETENSI GURU
JENJANG/TINGKAT : SEKOLAH DASAR ( SD )


Petunjuk :
1. Klik pada radio button di samping jawaban di setiap nomor soal.
2. Di akhir soal klik "Lihat Hasil" atau "Reset".



1. Ciri utama dari inovasi dalam pendidikan adalah kekhasan, kebaharuan, terencana dan mempunyai tujuan. Salah satu contoh dari penerapan bidang pendidikan tahun 2000-an adalah . . . .
A. Pembelajaran Kelas Rangkap
B. Lesson Study
C. PAKEM
D. CBSA
2. Inovasi merupakan suatu perubahan baru yang secara kualitatif berbeda dengan yang ada sebelumnya, disengaja, untuk meningkatkan kemampuan dalam mencapai tujuan. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh . . . .
A. Santosa S. Hamidjaja
B. Mattew B. Milers
C. Sumantri Mulyani
D. Rabbin
3. Salah satu sifat perubahan dalam inovasi yaitu upaya penyusunan kembali berbagai komponen yang ada dalam siustem dengan maksud untuk menyesuaikan dengan tuntutan dan kebutuhan, disebut . . . .
A. Addition
B. Restructuring
C. Alternation
D. Substitution
4. Adalah proses komunikasi dimana terjadi pembagian informasi bersama untuk mencapai suatu kesepakatan bersama, pernyataan tersebut termasuk komunikasi . . . .
A. Linier
B. Kontradiktif
C. Konvergen
D. Collective
5. Adanya saling pemahaman dalam komunikasi konvergen termasuk ke dalam komunikasi . . . .
A. Information
B. Convergence
C. Mutual Understanding
D. Network Relationship
6. Proses komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dimana penerima pesan dan pengirim pesan mempunyai latar belakang berbeda, baik dari latar belakang sosial budaya, agama, pendidikan, karakteristik lain disebut . . . .
A. Heterofil
B. Homofil
C. Holomofil
D. Homogen
7. Tahap pada saat individu/kelompok mulai membentu sikap menyenangi atau tidak menyenangi terhadap inovasi dikategorikan . . . .
A. Tahap pengetahuan (kowledge)
B. Tahap bujukan (persuasion)
C. Tahap pengembalian keputusan (decision making)
D. Tahap implementasi (implementation)
8. Mencari penguatan terhadap keputusan inovasi yang dilakukan termasuk . . . .
A. Bujukan (persuasion)
B. Konfirmasi (confirmation)
C. Implementasi (implementation)
D. Pengembalian keputusan (decision making)
9. Suatu sistem sosial yang secara jelas mempersyaratkan kelompok orang/geografis melaksanakan suatu inovasi merupakan . . . .
A. Kegiatan pemeliharaan terbatas
B. Fasilitas fisik
C. Ukuran kewilayahan
D. Penggunaan waktu
10. Mengaitkan berbagai struktur dan hubungan antar manusia dalam organisasi untuk inovasi pendidikan termasuk ke dalam . . . .
A. Tujuan yang ingin dicapai
B. Prosedur yang digunakan
C. Kondisi normatif
D. Struktur sosial


UJI KOMPETENSI GURU ONLINE 2012 sd


 
Mekanisme UKG yang dimaksud adalah menyangkut persiapan dan pelaksanaan UKG (termasuk tata cara mulai kegiatan ujian dalam ruang). 
1. PERSIAPAN
  • Konfirmasi dan Validasi Data Peserta;
  • Pendaftaran Tempat UKG;
  • Identifikasi daerah yang tidak tersedia jaringan;
  • Verifikasi Tempat UKG oleh LPMP;
  • Distribusi Peserta ke tempat UKG;
  • Pembekalan Admin UKG Tingkat LPMP;
  • Pembekalan Teknisi UKG Tingkat Kabupaten/Kota;
  • Pembentukan Panitia UKG di tingkat LPMP;
  • Pembentukan Panitia UKG di tingkat Kabupaten/Kota;
  • Pemberitahuan Peserta;
2. PELAKSANAAN
  • Pengecekan perangkat UKG oleh petugas LPMP bersama teknisi di setiap lokasi UKG satu hari sebelum pelaksanaan;
  • Registrasi Peserta:
  • Registrasi peserta dilakukan pada hari pelaksanaan ujian 30 menit sebelum pelaksanaan UKG online;
  • Persyaratan yang wajib dibawa dan ditunjukkan pada saat registrasi;
  • Mengisi format registrasi yang telah disediakan oleh Panitia Kabupaten/Kota;
  • Melakukan login pada komputer;
  • Mengisi perbaikan data individu. 
  •     Pelaksanaan UKG ONLINE
  • UKG online dimulai secara bersamaan disemua TEMPAT UKG pada tanggal 30 Juli 2012.UKG dilaksanakan selama 120 menit atau 2 jam. Pelaksanaan UKG tiap harinya dibagi dalam 2-3 gelombang.
  • Pelaksanaan UKG MANUAL
  • UKG manual dilaksanakan di sekolah yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota secara serentak pada waktu yang akan ditentukan kemudian.
  • Jadwal Pelaksanaan UKG di TUK;
T          Tata Cara Mengikuti Ujian;
  • Peserta memasuki ruangan minimal 30 menit sebelum jadwal ujian dengan menunjukkan Kartu Peserta UKG online dan identitas lainnya;
  • Peserta mengisi daftar hadir dan mendengarkan pengarahan dari tim teknis;
  • Login pada sistem ujian online sesuai dengan nomor peserta sertifikasi guru dan NUPTK;
  • Peserta melakukan pengisian dan perbaikan data individu sebagaima data yang tertera pada layar monitor;
  • Latihan menggunakan sistem ujian online selama 15 menit;
  • Mengikuti ujian yang sesungguhnya dengan mengakses soal uji kompetensi yang disediakan
  •  
  •  
  •  
Bottom of Form

Senin, 02 Juli 2012

SURAT PEMBERITAHUAN

Dimohon dengan hormat ,kepada semua dewan guru dan tenaga kependidikan SDN Jatiroto 01 - Kayen Pati,besok hari /tgl : Rabu s/d Kamis ,4 dan 5 Juli 2012 pada jam 08.00 WIB s.d 13.00 WIB,mohon kehadirannya di sekolah.Keperluan menyelesaikan administrasi akreditasi dan persiapan awal tahun pelajaran 2012/2013.
Demikian surat pemberitahuan ini disampaiakan harap diindahkan.

                                                               Jatiroto,2 Juli 2012
                                                                          ttd
                                                               Kepala SDN Jatiroto 01